Lampu Templok
Pernah merasakan periode kehidupan jaman lampu model begini ...
Hidup berasa lambat dan santuy (kata orang sekarang), terang yang temaram tak menjadi penghalang kami mencoba mengeja beberapa huruf dari sebuah buku lapuk. Masih kecil memang, tuntutan mengejar pantas untuk naik kelas ke tangga yang lebih tinggi membuat segalanya terasa lebih serius dan fokus.
Lupa tahun usia keberapa saat listrik mulai merata, waktu itu masih ingat program dari pemerintah. ABRI masuk desa, listrik masuk desa, bedol desa, dan pembangunan berjenjang yang disebut PELITA.
Dunia bergerak peradaban beranjak, manusia bisa tumbuh dengan takdir yang tak terduga.
Masing-masing punya kisah, punya list nafas hidup berikutnya. Sebagai pelaku yang kita jaga jangan sampai rapuh.
#Yang perlu tim potong qurban syar'i saya kabari, 1446H.
Komentar
Posting Komentar