Aneh, Sombong Mengaku Rendah Diri.


Mungkin , anda sering atau paling kurang pernah mengeluhkan perilaku atau sikap teman atau sahabat anda yang tidak mengucapkan salam kepada anda.

Anda berjumpa dengannya, namun dia tidak mengucapkan salam, sehingga muncul kecurigaan pada diri anda: mengapa ia tidak mengucapkan salam kepadaku? Dia marah, dia benci, dia memboikot saya ...dll

Namun sobat, sebelum anda terjerumus dalam perbuatan su'uzhon yang berkepanjangan, ada baiknya bila anda merenungkan hal-hal berikut:
1. Siapakah yang wajib mengucapkan salam terlebih dahulu, anda atau dia?
2. Bukankah dia adalah seorang Muslim yang memiliki hak atas anda untuk mendapatkan ucapan salam dari anda?
3. Adakah dalil atau alasan yang mengharuskan dia untuk lebih dahulu mengucapkan salam kepada anda?
4. Apa yang akan terjadi bila semua orang menanti ucapan salam dan tidak ada inisiatif untuk memulai megucapkan salam.
5. Selama ini, anda mengucapkan salam karena mengharap balasan dari siapa?

Bila telah menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, simaklah dua hadits berikut:
لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا وَخَيْرُهُمَا الَّذِى يَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ
Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya selama lebih dari 3 hari. mereka berdua berjumpa namun saling berpaling, ini berpaling dari yang itu dan yang itu berpaling dari yang ini. Orang yang terbaik dari mereka adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam. (Muttafaqun 'alaih)

Pada hadits lain, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ ».
Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam.
Para sahabat bertanya:
قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّه
Apakah keenam hak itu wahai Rasulullah.
Beliau menjawab:
قَالَ « إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ ».
Bila engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya,
Bila ia mengundangmu maka penuhilah undangannya.
Bila ia meminta nasehat maka berilah nasehat kepadanya.
Bila ia bersin lalu mengucapkan hamdallah, maka doakanlah dia (ucapkan Yarhamukallah/semoga ALlah merahmatimu)
Bila ia sakit maka jenguklah.
Bila ia mati maka iringilah jenazahnya. (Mutafaqun 'alaih)

By: Ust. Dr Muhammad Arifin Badri

Komentar

Postingan Populer