Langsung ke konten utama
10 CARA MENGASAH DAYA INGAT ANAK
- Perhatikan Asupan Gizi.
Daya ingat merupakan bagian dari kognitif anak dan dipengaruhi oleh
faktor fisiologis (fisik) dan lingkungan. Orangtua harus memerhatikan
asupan makanan – berkaitan dengan perkembangan otak dan organ tubuh
lainnya - mulai janin masih dalam kandungan hingga lahir. Jika dalam
kandungan sudah bermasalah, maka akan memengaruhi perkembangan janin,
khususnya otak. Cukupkanlah asupan gizi, vitamin, asam folat untuk
merangsang otak anak yang akhirnya akan memengaruhi daya ingatnya. Jika
gizi tak terpenuhi – zat besi misalnya – anak akan mudah mengantuk.
Akibatnya dia tidak optimal saat menerima atau mengingat informasi.
- Cukup Oksigen.
Kebutuhan oksigen juga penting. Jika suplai oksigen terpenuhi maka
sirkulasi darah akan lancar mengingat si balita lebih banyak
beraktivitas di luar ruangan, sehingga akan mendukung proses
kognitifnya. Kemampuan memori anak pun meningkat.
- Mengingat Dengan Warna*.
Banyak cara dapat dilakukan untuk meningkatkan daya ingat dan mengasah
ketajaman berpikir anak. Salah satunya variasi warna pada media. Hal-hal
sederhana pun mampu memberikan rangsangan pada ketajaman memori seperti
mengingat warna, huruf, angka, lewat lagu.
- Mengingat Dengan Benda.
Bagian kognitif anak masih dalam proses perkembangan, oleh karena itu
dalam mengajak anak mengingat sesuatu harus menggunakan suatu hal
(media) yang konkret. Anak akan lebih mudah mengerti menggunakan alat
peraga daripada hanya dengan kata-kata. Misalnya dalam mengenalkan
bentuk, warna atau simbol-simbol visual.
- Menghafal Lewat Cerita.
Bacakan si kecil buku cerita sebelum tidur. Setelah selesai, ajaklah si
kecil untuk kembali mengingat jalan cerita cerita tadi, seperti nama
tokoh, nama tempat dan seterusnya. Dengan melakukan pengulangan,
lama-lama anak akan terbiasa mendengarkan dan merekamnya dalam memori
mereka. Selain buku cerita bisa juga meggunakan boneka tangan,
gambar-gambar yang bisa diganti-ganti atau improvisasi orangtua.
- Meniru Gerakan.
Kegiatan fisik pada usia balita sangat diperlukan untuk mengembangkan
sensor motorik dan sebagai salah satu cara untuk mengeksplorasi
lingkungan. Hal ini pun bisa dimanfaatkan untuk sekaligus memberi
rangsangan kemampuan mengingat pada anak. Caranya, ajaklah dia menirukan
gerakan Moms. Misal, loncat, berlari. Bila anak berhasil, lanjutkan ke
tahap yang lebih sulit dengan lebih banyak gerakan. Alhasil, anak akan
terbiasa untuk mengingat sesuatu yang diterimanya dengan cepat dan mampu
untuk ‘memanggil’ ingatannya kembali.
- Mengasosiasikan Bentuk.
Jika anda ingin mengenalkan berbagai jenis angka pada si kecil,
asosiasikan menggunakan bentuk benda tertentu dengan harapan anak akan
mudah mengingatnya. Contoh, angka 2 diibaratkan seperti bentuk bebek,
angka 4 seperti bangku terbalik.
- Mainan Berprosedur.
Jika ingin mengenalkan mainan, pilihlah mainan yang cocok untuk
merangsang daya ingat anak. Kenalkan mainan yang memiliki prosedur
misalnya; ular tangga, monopoli, dan sebagainya. Jadi tekankan pada
prosedurnya, apa yang harus dilakukan pada tahap pertama, lalu kemana
dan apa selanjutnya, ada pengulangan bertahap. Maka anak akan mengingat
pengulangan tersebut.
- Mengingat Lewat Gambar, Suara, dan Gerakan.
Ada beberapa tipe belajar bagi anak-anak, melalui visual (gambar),
auditif (lagu/suara), atau kinestetik (gerakan/alat peraga). Ini yang
harus diperhatikan! Bagi anak dengan tipe belajar secara visual, dia
akan lebih tertarik dengan sesuatu yang ada bentuknya (gambar) – melihat
langsung. Misal, jika ingin bercerita tentang pohon, tidak hanya
menggunakan kata-kata, namun juga harus ada gambar. Untuk anak dengan
tipe belajar secara auditori atau kinestetik, dia akan mudah mengingat
sesuatu melalui suara atau gerakan. Misalnya dalam cerita ada gerakan
berlari-lari, ajak anak ikut berlari-lari. Bagi anak yang mudah belajar
dengan gerakan, bagian ketika dia berlari-lari, itu akan membuka kunci
memorinya. Nah, lewat dongeng, biasanya ada kombinasi antara visual,
auditif, dan kinestetik saat anak menceritakan kembali.
- Konsep Mind Mapping.
Konsep memetakan pikiran ini dapat Moms ajarkan ketika anak sudah mulai
mengenal bentuk, warna, simbol-simbol visual. Cara ini tak harus
menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan gambar-gambar. Misal,
mengenalkan konsep rumah. Di rumah itu biasanya ada lemari, pintu, meja,
kursi, jendela. Lalu di halaman rumah, ada pohon, rumput, atau bunga.
Semua itu harus dijabarkan dalam bentuk gambar. Benda lain yang dapat
Moms ajarkan dengan metoda ini misalnya bagian tubuh manusia atau mobil.
Dengan begitu, daya ingat si kecil sudah dilatih sejak dini dan dapat
membantu proses belajar saat dia bersekolah di SD dimana dia tidak harus
menghafal.
Komentar
Posting Komentar