Menyapa Hati


Menyapa Hati


Ketika hati sudah terlalu jauh melangkah kearah yang tidak tentu,kegersangan pun kian menyeruak didalam sanubari.Mbooo ya.. jangan terlalu jauh hatimu melangkah kearah yang tidak direstui oleh Rabb-mu. Jalan hidup yang tak tentu kearah mana melangkah harus selalu dibarengi dengan ikhtiar usaha untuk meluruskannya.
Keinginan yang tidak ada batasannya, kegalauan yang tak tentu sebabnya hanyalah salah satu dari syahwat yang sebaiknya diredam menjadi buliran-buliran bermakna dalam hidup.
Ketika hidup sudah terlalu sukar untuk dimengerti Ketika semuanya semakin luntur antara kepercayaan kepada sang pujaan, memang seharusnya kita bercermin kepada ilmunya sang penuntut ilmu,”janganlah kalian bergantung kepada mahluk bergantunglah kepada yang menciptakan mahluk.Siapa? dan percayakah kalian ? Harus dan harus percaya.Bayangkan jika kita sudah tidak mempunyai kepercayaan terhadap hidup.Malulah kita. hey…lihat!Lalat saja memberikan kepercayaannya kepada bangkai sedang dia tau pencipta bangkai,ya…ya…ya..nyamuk, semut dan binatang-binatang itu bukannya mereka percaya kepada apa yang mereka makan kepercayaannya timbul dengan alami tidak dibuat-buat.Tengoklah diri kita kuku percaya kepada jemari,Rambut percaya kepada kulit, lidah, gigi, mata….ah Tidakkah kita malu.
Ketika tamu tak lagi datang, Ketika tetangga tak lagi menyapa, Ketika kawan tak lagi menyambang hey… tidak usahlah kalian menyibukan diri seolah dirimu siapa.Apa..!!!mau marah?menangis? membenci..la..la..la harusnya kita datang bukan didatangi, harusnya kita menyapa bukan disapa, harusnya kita menyambang bukan disambang,…Surga itu nikmat sobat itu sudah rahasia umum dan sesuatu yang nikmat itu dibutuhkan perjuangan untuk mendapatkannya.. Laa Tahzan innallaha ma’ana (jangan berduka cita sesungguhnya Allah bersama kita)

Komentar

Postingan Populer