*** Artikel Jempoool…***
Ruh, Di Manakah di Kau?
oleh Sukpandiar Idris Advokat As-salafy pada 1 Mei 2012 pukul 10:04 ·
Intinya, bahwa ruh manusia itu ada. Ruh adalah sumber berpikir, berkhayal, berkehendak, dan merenung. Adapun pendapat materialisme yang mengingkari adanya ruh manusia dan menganggap bahwa kekuatan akal manusia sumbernya adalah otak, bahwa manusia adalah alat materi yang tidak terpengaruh oleh unsur luar, dan setelah mati segala sesuatu yang ada padanya akan rusak, sehingga padamlah cahaya rasa dan pikir, maka yang demikian itu adalah pendapat bathil dan aliran sesat! alias bid'ah!!.
Akhir Kehidupan Manusia
Kematian terjadi karena keluarnya ruh (jiwa) dari jasad. [Lihat al-Qur’an surat az-Zumar ayat 42, al-An’am ayat 93, al-Waqi’ah ayat 83-87, dan lainnya]. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda setelah memejamkan mata Abu Salamah ketika meninggal, ‘Sesungguhnya roh ketika dicabut, diikuti oleh pandangan mata.’ [HR. Muslim].
Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya jika seorang hamba menuju ke akhirat dan meninggalkan dunia, turunlah kepadanya malaikat-malaikat yang wajah mereka seperti matahari, lalu malaikat itupun duduk di hadapannya sejauh pandangan mata, kemudian datanglah malaikat maut hingga ia duduk di kepalanya seraya berkata, “Wahai jiwa (ruh) yang baik, keluarlah kamu menuju ampunan dan keridhaan Tuhan-Mu”.’ Nabi melanjutkan, ‘Lalu ruh itupun keluar mengalir seperti tetesan air yang menetes kepada orang yang sedang dahaga …’ [Shahih. HR. Ahmad dan HR.Abu Dawud].
Tempat Menetapnya Ruh
Ulama sepakat bahwa ruh setelah keluar dari jasad, sama sekali tidak akan berpindah ke jasad yang lain, melainkan berada di suatu tempat yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Barangsiapa yang meyakini bahwa ruh itu berpindah ke jasad orang lain, maka ia termasuk golongan yang mengakui reinkarnasi (Ash-habut Tanasukh) dan ia kafir menurut semua ahlul Islam. [Al-Muhalla oleh Ibnu Hazm 43].
Lalu, di manakah ruh-ruh itu bertempat? Di alam barzakh, posisi ruh menempati tempat yang berbeda-beda tingkatannya;
- Ruh para Nabi
- Ruh para Syuhada
Namun, ini hanya berlaku pada sebagian syuhada, tidak seluruhnya. Di antara para syuhada ada yang tertahan ruhnya di pintu Syurga lantaran utang yang belum terlunasi. Di dalam hadits yang shahih disebutkan bahwa seorang laki-laki pernah menghadap kepada Nabi Shalalllahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang aku peroleh jika aku terbunuh di jalan Allah?’ Beliau menjawab, ‘Syurga.’ Ketika orang itu hendak beranjak pergi, beliau melanjutkan sabdanya, ‘Kecuali utang. Jibril baru saja memberitahukan hal itu.’ [Shahih. HR. Ahmad 4/350 dan an-Nasa’i 7/314-315].
- Ruh orang-orang Mukmin
Yang membedakan antara ruh para syuhada dengan ruh orang-orang beriman di antaranya adalah ruh para syuhada dapat beterbangan di dalam Syurga lantaran berada di dalam tembolok burung hijau, sedang ruh orang-orang beriman hanya sekedar bergelantungan di pohon. Wallahu A’lam.
Selain bergantung di pohon, ada juga ruh yang terkurung di pintu Syurga lantaran hutang yang belum terlunasi, ada yang dikurung di dalam kubur yaitu ruh yang mencuri harta rampasan perang, ada yang dikurung di bumi sebab jiwanya hina, ada yang berenang di sungai darah dan mulutnya disumpal batu sebab mereka adalah orang-orang yang memakan harta riba. Semuanya telah disebutkan di dalam sunnah yang suci. [Lihat dalam al-Bukhari 7047].
- Ruh orang-orang kafir
QS. Al - Anfal ayat 50, menyatakan: "Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata):" Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar ", (tentulah kamu akan merasa ngeri).
Sabda Nabi Muhammad Shallallahuallam yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majjah dan Imam Thabranie, menyatakan "Sesungguhnya ruh orang mukmin itu berjalan - jalan di surga ke mana saja ia suka dan ruh orang kafir itu disiksa di neraka"
Komentar
Posting Komentar