Wanita Surga

Satu ruang dalam dunia virtual tak menghalangi keriuhan kegiatan belajar pagi ini.

Bergantian wajah-wajah tak asing bersua meski dalam bingkai kaca. Semangat tersemat lamat-lamat melumat kemalasan yang mungkin masih ada, kita belajar, kita bercerita tentang ilmu apa yang akan di dapat.

Mulailah sang guru berheroik menggugah jiwa perempuan-perempuan muda yang menuntut kisah.

Dalam gema teknologi masa kini, sang guru mengajak bertamasya ke dunia 14 abad silam. Diperkenalkan kepada seorang perempuan yang menjadi buah bibir para sahabat Rasulullah ﷺ.

Bukaaan.. bukan karena kemolekan wajah atau birunya darah sang perempuan. Tapi karena kekokohan iman sehingga perempuan tersebut menjadi topik harum obrolan bahwa dia dijamin surga. Masyaa Allah.

Dia.. datang ke Nabi ﷺ dengan sakit. Sakit yang teramat mengganggu hidupnya, sakit yang dalam pandangan manusia awam adalah sakit yang disudutkan.

Dia.. mencurahkan duka penyakit epilepsinya. Datang ke Rasulullah ﷺ meminta doa berharap dari lisan mulia Nabi ﷺ tercinta.

Hilang sudah kesusahannya.

Dua pilihan berat diajukan depan mata, antara didoain sembuh yang pasti sembuh atau sabar dalam sakit tapi jaminannya surga.

Memang layak dibilang perempuan surga karena yang dipilih memang surga. Padahal beratnya memikul luka, sakit yang luar biasa apabila kambuh penyakitnya.

Satu lagi dahsyatnya keimanan beliau wahai para waniat, patut dicontoh sangat layak diteladani. Rasa malunya yang luar biasa ketika auratnya tersingkap padahal tak ada dosa tampak aurat ketika dirinya dalam ketidaksadaran.

Hingga satu permintaan mulia memohon doa supaya tak tersingkap auratnya dan perempuan sholehah ini tahu betul doa Rasulullah ﷺ terijabah.

Komentar

Postingan Populer